DANPUSLATPURMAR 3 GRATI KERAHKAN PRAJURIT BANTU PROSES BELAJAR TATAP MUKA DI SMA 1 GRATI

Mata Elang (Pasuruan) – Guna mendukung upaya pemerintah dalam hal penekanan penyebaran virus covid-19 khususnya di wilayah Grati dan sekitarnya, serta membantu Pemkab Pasuruan dimulainya kegiatan belajar mengajar secara tatap muka, Komandan Pusat Latihan Pertempuran Marinir (Danpuslatpurmar) 3 Grati Letkol Marinir Kartika Wijaya Setyawan S.H., M.A.P., M.Han, kerahkan Personelnya bantu proses belajar tatap muka di SMA 1 Grati, Pasuruan Senin (30/08/2021).

Untuk mendukung kegiatan tersebut Danpuslatpurmar 3 Grati menerjunkan 12 Prajuritnya dipimpin oleh Lettu Marinir Jufri L Situmorang S.H., bersama 10 Personel Satgas Covid-19 SMA 1 Grati yang dipimpin Muhammad Musthofa turun bersama dengan pihak sekolah membantu kelancaran dan melaksanakan pendampingan dan pengawasan pembelajaran tatap muka bersama.”Kita sosialisasikan kepada para siswa bagaimana penerapan protokol kesehatan saat pembelajaran tatap muka, sehingga para siswa dan guru dapat menjalankan proses pembelajaran namun aman dari penyebaran Covid 19″, tegas Lettu Marinir Jufri L Situmorang.

Menurut kepala sekolah SMA 1 Grati Drs. H. Ahmad Zainal Pribadi M.Pd., proses pembelajaran tatap muka dilaksanakan secara terbatas (50 persen) dengan sejumlah ketentuan dan penerapan protokol kesehatan Covid 19 yang ketat, dengan dibantu oleh Personel Puslatpurmar 3 Grati sebelum masuk kita cek suhu tubuh, cuci tangan dan siswa wajib mengenakan masker, jarak tempat duduk di kelas pun kita atur sesuai jarak sosial aman,” ujarnya.

Ditempat berbeda Danpuslatpurmar 3 Grati menyampaikan Puslatpurmar 3 Grati membantu pemerintah dalam rangka menyukseskan berlakunya belajar mengajar tatap muka bagi seluruh siswa di sekolah se wilayah Kabupaten Pasuruan khususnya Grati sehingga belajar tatap muka bisa berjalan lancar dan aman sesuai Prokes 5M.

Lebih lanjut alumnus AAL 47 ini mengajak seluruh komponen masyarakat untuk menerapkan Protokol kesehatan Covid 19 dalam kehidupan sehari-hari sehingga terbiasa menjadi budaya dalam menjaga kesehatan agar terhindar dari Virus Corona,” pungkasnya.

Related posts