Danmenbanpur 2 Mar Palaklat Penanggulangan Bencana di Malang Selatan

Mata Elang (Surabaya) Diskenariokan bahwa pada tanggal 30 November 2021 pukul 01.00 WIB telah terjadi gempa dengan kekuatan 6,7 Skala Richter (SR) di Laut Selatan pulau Jawa, dengan status siaga bagi masyarakat yang ada di pesisir Pantai Selatan. Komandan pasmar 2 Brigjen TNI (Mar) Suherlan, S.E., M.M., M.Sc., CHRMP., segera menyiagakan prajuritnya dan membentuk satgas reaksi cepat Penanggulangan Bencana Alam (PBA) serta memonitor perkembangannya.

Pada tanggal 01 Desember 2021 pukul 08.00 WIB, BMKG Kab. Malang mengumumkan telah terjadi gempa susulan dengan kekuatan 8.7 Skala Richter (SR) yang memicu gelombang tsunami di pesisir pantai Tamban Malang.
Kepala BPBD Malang menginformasikan kepada BNPB, selanjutnya BNPB berkoordinasi dengan Mabes TNI diteruskan ke Mabesal kemudian Korps Marinir memerintahkan Pasmar 2 untuk membentuk Satgas Penanggulangan Bencana dalam rangka membantu warga Malang Selatan yang terdampak bencana, surat resmi menyusul.

Komandan Pasmar 2 memerintahkan Komandan Resimen Bantuan Tempur 2 Marinir (Danmenbanpur 2 Mar) Kolonel Marinir Hadi Santoso, S.E., M.M., untuk melaksanakan Operasi Penanggulangan Bencana (Gulben) di daerah Malang Selatan. Danmenbanpur 2 Mar menunjuk Komandan Batalyon Zeni 2 Mar Letkol Mar Eko Puji S, M.M, S.H, M.Tr.Opsla., sebagai Komandan Satgas memimpin prajurit Pasmar 2 dari semua unsur kesenjataan untuk melaksanakan Operasi Gulben di daerah Malang Selatan. Setelah Satgas Gulpen terbentuk, Komandan Satgas berkoordinasi dengan BPBD Kota Malang untuk membantu penanganan bencana dan akan mendirikan Pos Komando (Posko) di Lapangan Bola Dusun Jeding Desa Tambakrejo Kecamatan Sumber Manjing Wetan Kabupaten Malang.

Pada tanggal 02 Desember 2021 pukul 07.00 WIB Tim Satgas Operasi Gulben mendapat informasi dari BPBD Kota Malang tentang dampak pasca bencana seperti : Masyarakat terdampak bencana belum di evakuasi, adanya korban meninggal dan luka, tidak tersedianya air bersih, jaringan Komunikasi dan Listrik terputus, tidak tersedianya air bersih dan penyiapan daerah untuk pengungsian.
Selanjutnya Dansatgas memerintahkan seluruh unsur dalam orgas Penanggulangan bencana untuk segera aksi sesuai tugas masing-masing melaksanakan evakuasi penduduk, merawat dan mengobati korban, mendirikan barak pengungsian, pendirian instalasi komunikasi darurat serta pengadaan perbekalan air bersih.

Itulah gambaran skenario pada pelaksanaan Latihan Penanggulangan Bencana (Latgulben) Pasmar 2 Tahun Anggaran 2021 pada hari Kamis tanggal 2 Desember 2021 yang dilaksanakan di Malang Selatan. Latihan ini melibatkan seluruh unsur kesenjataan perwakilan dari prajurit Pasmar 2 antara lain : prajurit Yontaifib 2 Mar, Brigif 2 Mar, Kavaleri 2 Mar, Artileri 2 Mar dan prajurit Menbanpur 2 Mar.

Danmenbanpur 2 Mar selaku Palaklat Gulpen menjelaskan bahwa latihan ini direncanakan selama 3 hari di daerah Malang Selatan dan juga akan dilaksanakan Bakti Sosial berupa : Pembagian sembako, merenovasi tempat ibadah, pengobatan gratis dan vaksinasi masal guna mensukseskan program pemerintah dalam mencegah penyebaran covid 19 agar terbentuk Herd immunity (kekebalan kelompok). Selama kegiatan latihan seluruh personil pelaku, pelatih dan pendukung tetap menerapkan protokol kesehatan.

Related posts

Leave a Comment